Mata Pisau

 

Mata pisau itu tak berkedip melihatmu:

Kau yang baru saja mengasahnya

Berfikir: ia tajam untuk mengiris apel

Yang tersedia diatas meja

Sehabis makan malam,

Ia berkilat ketika terbayang olehnya

Urat lehermu

Sapardi

 

2 Komentar

  1. tica said,

    Oktober 8, 2009 pada 7:19 am

    pisau???
    ………

  2. midori ann said,

    April 4, 2012 pada 11:54 am

    ni puisi bermakna konotatif?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: