Bunga 2

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik

taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata

jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak ada

alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin

menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu

kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya

selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma

pendar-pendar di permukaan kolam

 

 

Sapardi Djoko Damono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: