Kucing, Ikan Asin Dan Aku

Seekor kucing kurus
menggondol ikan asin
laukku untuk siang ini
aku meloncat
kuraih
pisau
biar
kubacok ia
biar
mampus

ia tak lari
tapi mendongak
menatapku
tajam

mendadak
lunglai
tanganku
-aku melihat diriku sendiri!

lalu kami berbagi
kuberi ia kepalanya
(batal nyawa melayang)
aku hidup
ia hidup
kami sama-sama makan

Widji Thukul

5 Komentar

  1. Tori said,

    Agustus 6, 2009 pada 1:00 pm

    Hahaha… Bgus bgus.

  2. daku said,

    April 12, 2010 pada 12:16 pm

    jadi ikan asinx dimkan breng2x ma kcingx wuhhaaaaaaaaaa…..!!!

  3. olive said,

    September 4, 2010 pada 7:42 pm

    ini kyknya puisi wiji thukul ya?

    • jana said,

      September 28, 2010 pada 9:11 am

      iya emang, kn udah ada note pengarangnya tiap2 puisi.

  4. dind4 said,

    Oktober 11, 2011 pada 2:56 pm

    heeee emmmmmm
    puisi itu terkenal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: