Ujung Jarummu

 

Ujung jarummu

menusuk liang sunyiku

darahnya mengalir kemana-mana

menjadi tinta

dalam buku:

mu

terbaca

bisu

 

sekarang bukakan

pintu aku masuk

biar kujenguk

mu

meski dari pintu paling lapuk

sudah lama sekali

hibuk

menunggu

Damiri Mahmud

 

3 Komentar

  1. aslim rafina said,

    Mei 12, 2010 pada 9:23 am

    mendai…..tak bs berkate lagi yg lain…

  2. ayu said,

    Juni 11, 2010 pada 1:52 pm

    aku sangat menyukai puisi ini, setelah memvisualisasikannya di sibolangit pd 5 juni , puisi ujung jarummu membuat q menjadi lbih dekat pada sang pencipta. thanks pak damiri yang telah memberikan nilai aplaus pd klompok km. mudah2an itu menjadi motivasi buat kmi. utk mnampilkan visual puisi2 brktnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: