Pada Suatu Saat Di Dunia

 

Di suatu tempat, entah dimana, di dunia

Seseorang menunggu, berdoa

Seperti doa yang biasa diucapkan sehabis sholat

 

Pada suatu saat, entah pabila, di dunia

Seseorang merindukanmu, berjaga-jaga

Seperti malam-malammu yang berlalu sangat lambat

 

Seseorang menunggu, merindu, berjaga dan berdoa

Disatu tempat, pada setiap saat

Seperti  engkau ,selalu

 

Ajip rosidi

 

1 Komentar

  1. Maret 4, 2009 pada 3:14 am

    Sajak-Sajak: Matroni El-Moezany*

    Warna Matahari

    seperti aku yang sedang lapar
    semesta ini juga demikian
    gersang……………………..?
    seakan sudah selesai dari luka
    seakan mewarnai segala matahari

    Yogyakarta, 2008

    Sepenggal Perjalanan

    siapakah yang selalu melangkah pada malam
    tertatih pilu di tepi keheningan

    ada banyak kata tergeletak menangis
    ada tepian mati tak berdaya
    terpasung pada pisau masa
    di ruang lain

    adalah seperti air yang terus mengalir
    walau tanpa sepi
    yang melafadzkan kesunyian
    hingga senja mulai beranjak naik
    dan matahari mulai bangun dari sadarnya

    untukmu sepenggal perjalanan
    aku sampaikan

    Sumenep, 2008

    Aku, Seperti Air Mengalir

    ada sisa kata yang belum kuucapkan
    pada segenap ruang
    tentang puisi gersang
    sementara aku tetap mengalir seperti air
    pada setiap kali ada retak
    hingga tertutup bunga bahasa

    pada segala yang selalu ada
    semesta membuka buku harian
    siap tertabur untuk kita

    aku bertanya, tentang batasan waktu
    tentang kesunyian
    yang sama dalam satu
    bagi kita jiwa yang sejuk
    adalah taman semesta dan neraka

    Sumenep, 2008

    Sajak Kampung

    di sana ada bahasa
    yang melahirkan kita

    ada tradisi yang menghias
    langkah kita

    ada banyak kata
    yang membimbing kita
    dalam mengarungi waktu
    walau tanpa luka

    di sana aku sanggakan
    untuk mendapatkan maknamu
    walau dari halaman tepi

    sajak kampung?
    Engakaulah aku

    Semenep, 2008

    Prosa Do’a Dalam Malam

    sebelum malam aku berjalan bersama do’a
    bergumam menjadi batu
    berkata menjadi bara
    seperti aku yang berdarah-darah

    bertangga-tangga malam itu
    pada langit jingga di bulan basah
    kita tinggal mencari masa
    dimana semua waktu
    terkurung bersama luka
    terjatuh bersama darah asa

    aku pun berlalu bersamanya dalam gelap
    dalam lubang masa-rasa
    singgahi segala makna-makna

    aku seperti perjalanan prosa
    dalam buah karya Goenawan Muhammad
    mencari baru warna yang ada dalam kata
    yang ada dalam rasa
    juga dalam kata-kata


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: