Kutuliskan

 

 

Kutuliskan lagi

Kata-kata sepi

Kutuliskan tak henti-henti

Walau tak berarti

(kala burung pergi mencari matahari)

Kutuliskan lagi

Kenangan-kenangan mati

Hingga bagai api

Membara dalam mimpi

(kala daun gugur dan dahan tertidur)

Kutuliskan lagi

Harapan-harapan abadi

Hingga bagai duri

Melindungi sekeping hati

(kala angin lirih menghibur alam sedih)

 

 

Wing karjdo

 

2 Komentar

  1. dinda siregar said,

    Februari 20, 2010 pada 7:09 am

    puisi yang sangat mnyentuh hati quu

  2. rahman said,

    Juli 2, 2010 pada 1:59 pm

    mnyentuh boy,,,,,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: