Sonet: Hei Jangan Kau Patahkan!

 

 

Hei ! jangan kau patahkan kuntum bunga itu

Ia sedang mengembang: bergoyang dahan-dahannya yang tua

Yang telah mengenal baik,kau tahu,

Segala perubahan cuaca.

 

Bayangkan : akar-akar yang sabar menyusup dan menjalar

Hujan pun turun setiap bumi hampir hangus terbakar

Dan mekarlah bunga itu perlahan-lahan

Dengan gaib,dari rahim alam

 

Jangan : saksikan saja dengan teliti

Bagaimana matahari memulasnya warna-warni, sambil diam-diam

Membunuhnya  dengan hati-hati sekali

Dalam kasih sayang, dalam rindu dendam alam

Lihat: iapun terkulai perlahan-lahan

Dengan indah sekali,tanpa satu keluhan

 

Sapardi Dj. D.

 

1 Komentar

  1. Feleatarian Sweety said,

    April 8, 2009 pada 9:12 am

    menurut aku bagus puisi ada sedikit masukan aja tolong dong diperhatikan unsur-unsur dalam menulis sebuah puisi seperti sajak maupun yang lainnya.

    terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: