Membangun Postur Mental Menang

Membangun Postur Mental Menang


Ditulis oleh Administrator
Saturday, 08 September 2007
Masalah adalah makanan sehari-hari dalam kehidupan. Dari anak-anak sampai tua, semua orang dalam kehidupannya pasti menghadapi masalah. Namun ternyata, untuk satu masalah yang sama, orang yang berbeda bisa saja menghadapinya secara berbeda. Masalah X akan dihadapi secara berbeda oleh A dan B. A tak bisa menyelesaikan masalah X tersebut. Ternyata, B mampu. Mengapa ini bisa terjadi?

Posisi Mental
Tak bisa dipungkiri, semua orang membutuhkan strategi mempertemukan keunggulan diri guna melawan kelemahan lawan. Kemenangan atau kekalahan dalam menghadapi problem sebenarnya tidaklah diukur oleh besar-kecil problem yang mayoritas telah didefinisikan oleh pencitraan umum sebagai suatu persoalan yang sulit, tidak mungkin atau sudah dicoba banyak orang tetapi gagal. Kenyataannya kemenangan dihasilkan oleh strategi bagaimana anda mendifinisikan keunggulan di dalam dan kekurangan di luar sehingga mampu memilih posisi untuk menempatkan postur diri (disebut juga postur mental) secara tepat di hadapan problem. Postur Diri adalah posisi mental tertentu yang anda gunakan dalam melihat suatu persoalan. Secara umum posisi mental setiap orang dapat dikategorikan sebagai berikut :

A. Pemenang
Problem seakan-akan seekor gajah dan mayoritas orang menempati posisi mental seperti yang dilakukan orang buta yang meraba gajah tersebut. Dengan posisi mental demikian maka apa yang didefinisikan tentang problem tidak bisa menjabarkan sisi mana yang lebih sederhana dan lebih dulu diselesaikan kecuali hanya dimiliki oleh sedikit orang dengan posisi pemenang. Karakteristik dominan dari seorang postur pemenang adalah sebagai berikut :

1. Realistik – menempatkan posisi mental berada di atas realitas, tidak tenggelam di dalamnya.
2. Mengakui – menerima diri, orang lain, dan keadaan dengan memahami hal-hal itu sebagaimana adanya (understanding as they are).
3. Sederhana – mampu menempatkan diri secara tepat : tidak kurang dan tidak lebih
4. Problem Solving – melihat persoalan dari partikulasi atau sudut yang paling mungkin untuk diselesaikan.

Dengan posisi mental sebagai pemenang maka sangat dimungkinkan bahwa seseorang akan menghasilkan kemenangan di akhir pertandingan melawan problem hidupnya. Setidaknya pun ia masih belum menang secara total tetapi setidaknya sudah bisa mengalahkan mentalitas kalah di dalam dirinya.

B. Pecundang
Posisi mental kalah atau pecundang adalah kualitas mental yang melihat problem sebagai masalah absolut, sebuah alasan yang dijustifikasi, dan bukan tantangan yang menuntut solusi. Kekalahan itu bisa diekspresikan dengan penolakan dalam bentuk kerelaan hilangnya harga-diri sebagai manusia normal. Postur pecundang ini tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup berbasis problem yang melihat kenyataan dengan kacamata masalah. Karakteristik dari gaya hidup berbasis problem adalah :

1. Ketakutan terhadap sesuatu.
2. Terintimidasi harapan pihak lain.
3. Kebiasaan yang salah dalam menangani masalah.
4. Perilaku reaktif semata.

Dampak paling buruk dari postur pecundang adalah kerelaan hilangnya harga diri. Kerelaan ini kalau didukung dengan keberanian akan menghasilkan tindakan yang tidak saja merugikan diri sendiri melainkan tindakan brutal yang menghalalkan segala cara dan tentu saja merugikan orang lain.

C. Pasrah
Postur ini secara kualitatif berada di antara kedua postur di atas atau lebih tepatnya dikatakan postur berpotensi menang atau kalah, tergantung kemauannya untuk berkembang. Ciri khas yang paling menonjol adalah mempermasalahkan masalah yang sedang menimpanya sebab bagi dirinya masalah adalah sebatas apa yang ia rasakan tidak enak. Biasanya ia sama sekali tidak mengambil prakarsa solusi secara keseluruhan atau bagiannya sebab merasa orang lain di dekatnya lebih mampu. Penyebab dari postur ini adalah kekurangan perangkat sumber daya berupa: pengetahuan atau ketrampilan.

Bagaimana Menjadi Pemenang?
Dari ketiga postur di atas, tentu kita ingin diri kita menjadi pemenang, bukan yang pasrah atau pun pecundang. Bagaimana cara untuk mempunyai postur mental pemenang. Prinsip dasar pembelajaran-diri adalah manusia dilahirkan untuk menyelesaikan semua bentuk problem: kesulitan, dilema, teka-teki, atau misteri. Sesuai dengan perubahan dan kemajuan maka kompleksitas tiap bentuk pun bertambah sehingga mau tidak mau menuntut perbaikan kemampuan menciptakan solusi secara terus-menerus untuk menjadi lebih baik. Posisi mental pemenang dihasilkan dari upaya pembelajaran-diri secara terus menerus, perbaikan dan peningkatan dari beberapa materi berikut :

1. Membangun Karakter
Posisi mental pemenang merupakan cerminan karakter mental menang dan karakter menang didasarkan pada sejauhmana anda menjiwai keaslian diri anda. Orang yang memahami secara utuh siapa dirinya dengan peranan yang harus dimainkan, memahami bagaimana lingkungan dan masalah yang dihadapi maka ia akan menghasilkan karakter superior di mana ia menginjakkan kaki di atas bumi realitas tanpa was-was, atau rasa khawatir atas ancaman yang muncul dari sesuatu yang tidak diketahui atau virus “Jangan-jangan kalau…”
Dalam menghadapi bentuk dan jenis problem yang sama masing-masing individu bisa memiliki karakter berbeda: kalah – menang. Karakter kalah sudah lebih dulu dikuasai oleh citra yang dibuat sendiri atau kerelaan menerima secara utuh definisi atau citra dari orang lain bahwa postur problem yang dihadapi lebih besar dan tidak lagi terbuka celah untuk dilumpuhkan.
Memiliki posisi mental pemenang atas problem yang anda hadapi diawali dari upaya kristalisasi karakter mental menang bahwa diri anda lebih besar dari problem; bahwa jumlah solusi yang mampu anda temukan lebih banyak dari jumlah problem yang anda hadapi; bahwa anda memahami siapa diri anda: kekuatan, kelemahan, dan apa yang akan dilakukan. Karakater inilah yang harus terus-menerus anda bangun.

2. Membangun Keyakinan
Menghadirkan posisi pemenang atas problem mutlak membutuhkan keyakinan atas kepercayaan diri. Percaya diri dibentuk dari sejumlah alasan faktual tentang kemenangan masa lalu anda atas berbagai persoalan. Semakin banyak kesuksesan masa lalu yang anda kumpulkan akan menjadikan anda semakin “PD” menghadapi persoalan sekarang. Meskipun secara data tehnis bisa jadi berbeda antara problem masa lalu dan sekarang tetapi yang perlu anda kembangkan adalah karakter mental dan rasa percaya diri.
Selain rasa percaya diri, bentuk keyakinan yang perlu anda kembangkan adalah keyakinan atas kekuatan yang menjadi sumber segala kekuatan di luar diri anda, yaitu keyakinan Anda tentang kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang tidak punya keyakinan bahwa dirinya dilindungi, dibantu, dijamin perbuatannya tidak sia-sia, maka postur diri yang dihasilkan adalah postur pasrah atau kalah. Persoalannya adalah bagaimana orang bisa “mendekati” Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga kekuatan-Nya yang begitu besar tidak dimubazirkan oleh cara memahami yang kurang sesuai.

3. Membangun Dukungan
Dukungan orang lain adalah power bagi anda untuk menghasilkan posisi mental pemenang. Tetapi mendapatkan dukungan adalah akibat dari usaha anda menciptakan alasan bagi orang lain bahwa anda layak didukung. Semua itu perlu dimulai dari dalam guna membangun kepercayaan dan kredibilitas secara moral dan professional. Moral adalah manifestasi kepribadian yang dibentuk oleh nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keikhlasan, pengabdian dan lain-lain, sementara profesionalitas adalah penguasaan ketrampilan atau pengetahuan khusus.
Untuk mendapatkan dukungan secara utuh, sebaiknya anda menjalankan program kelayakan dipercaya secara bersamaan: moral dan professional. Sebab kenyataan membuktikan bahwa kelayakan yang dibangun hanya dari salah satu unsur itu menyimpan kata ‘tetapi’ di akhirnya yang menandakan tidak utuh: “Anda jujur tetapi…?” Atau “Anda pintar tetapi..?”
Membangun postur diri adalah pencapaian kualitas mental dalam menghadapi problem kehidupan dari waktu ke waktu. Prinsip yang paling mendasar adalah problem bukanlah ‘kenyataan beku absolut yang tak bisa diubah’ tetapi murni ‘bayang-bayang pikiran’ yang menyisakan sekian banyak sudut pandang. Kemenangan dan kekalahan dalam melawan problem bukan ditentukan oleh ukuran besar-kecil problem.
Akan tetapi posisi mental yang kita pilih secara rasional untuk mengambil posisi mental pemenang. Sebab fakta alamiah menunjukkan bahwa semakin “besar” ukuran seseorang semakin besar pula ukuran problem yang dihadapi. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: