April 30, 2008 pada 10:15 am (Aku Cemburu, Angin, Angin Pagi, Arang, Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari, Buih, Catatan Mawar, Dengan Puisi, Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi, Di Taman Waktu Sore Hari, Doa Terakhir Seorang Musafir, Duka-Mu Abadi, Dunia Muda Sastra, Gadis Peminta-Minta, Hatiku Selembar Daun, Hujan Bulan Juni, Hutan Kelabu Dalam Hujan, Isyarat Bunga Api, Jendela, KETIKA JARI-JARI BUNGA TERBUKA, Karangan Bunga, Kau Yang Tidak Menangis, Kucing ikan asin dan aku, Kutuliskan, Kwatrin Tentang Sebuah Poci, Malu Aku Jadi Orang Indonesia, Mata Pisau, Nagasari, Pada Suatu Hari Nanti, Pada Suatu Saat Di Dunia, Pahlawan, Peringatan 1, Proklamasi, Rembulan Kali Ini, Saat Sebelum Berangkat, Sajak Di Terminal, Sajak Putih, Sebuah Taman Sore Hari, Sekiranya Bukan Kalau, Senja di Pelabuhan Kecil, Sepi, Sonet: Hei Jangan Kau Patahkan, Stanza, Tapi, Ujung Jarummu)
SStttttt!!!!!

& Komentar
Maret 26, 2008 pada 6:11 am (Jendela)
Jendela
Geser sedikit tirai itu
Agar cahaya matahari dapat langsung
Masuk kedalam kamarku sebab biasanya
Ia pada saat-saat seperti ini akan
Bermain-main diatas tempat tidurku
Menyibakkan gaunku
Dan dengan kekurang ajaran yang kusukai
Ia akan mengintai kedalam
Celah pahaku mungkin merenung sejenak sebelum
Bertanya:
“kehidupan bagaimanakah yang akan
Lahir dari tempat ini?”
Karena itu tolong geser sedikit
Tirai itu biar ia masuk sebelum
Bidan itu datang
Frans nadjira

Tinggalkan sebuah Komentar