April 30, 2008 pada 10:15 am (Aku Cemburu, Angin, Angin Pagi, Arang, Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari, Buih, Catatan Mawar, Dengan Puisi, Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi, Di Taman Waktu Sore Hari, Doa Terakhir Seorang Musafir, Duka-Mu Abadi, Dunia Muda Sastra, Gadis Peminta-Minta, Hatiku Selembar Daun, Hujan Bulan Juni, Hutan Kelabu Dalam Hujan, Isyarat Bunga Api, Jendela, KETIKA JARI-JARI BUNGA TERBUKA, Karangan Bunga, Kau Yang Tidak Menangis, Kucing ikan asin dan aku, Kutuliskan, Kwatrin Tentang Sebuah Poci, Malu Aku Jadi Orang Indonesia, Mata Pisau, Nagasari, Pada Suatu Hari Nanti, Pada Suatu Saat Di Dunia, Pahlawan, Peringatan 1, Proklamasi, Rembulan Kali Ini, Saat Sebelum Berangkat, Sajak Di Terminal, Sajak Putih, Sebuah Taman Sore Hari, Sekiranya Bukan Kalau, Senja di Pelabuhan Kecil, Sepi, Sonet: Hei Jangan Kau Patahkan, Stanza, Tapi, Ujung Jarummu)
SStttttt!!!!!

5 Tanggapan
Maret 24, 2008 pada 10:59 am (Buih)
Buih
Kami berlayar: kapal aku dan awan
Pelabuhan,pantai,lambai satu tangan
Melepas ikatan.Dimana air membuih bebas
Meluas pandangan.Kami berlayar!
Bagi kita:aku,engkau,bagi engkau dan aku
Juga demikian.Kelembutan pagi berangkat pudar
Semua kata dan perbuatanmu saling manisnya bertengkar
Kian rapuh kepercayaan.Seharga senyum apa yang lalu
Lengkungan langit,luasan laut…..
Bertemu pandang dipelupuk hari
Sebenang warna sayup melingkar
Menafaskan kasih angin murni
Meningkat rasa,kekecilan menepi
Lengkungan langit keluasan laut
Benda kerdil di tengah- tengahnya
Nuraini

Tinggalkan sebuah Komentar