April 30, 2008 pada 10:15 am (Aku Cemburu, Angin, Angin Pagi, Arang, Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari, Buih, Catatan Mawar, Dengan Puisi, Di Beranda Ini Angin Tak Kedengaran Lagi, Di Taman Waktu Sore Hari, Doa Terakhir Seorang Musafir, Duka-Mu Abadi, Dunia Muda Sastra, Gadis Peminta-Minta, Hatiku Selembar Daun, Hujan Bulan Juni, Hutan Kelabu Dalam Hujan, Isyarat Bunga Api, Jendela, KETIKA JARI-JARI BUNGA TERBUKA, Karangan Bunga, Kau Yang Tidak Menangis, Kucing ikan asin dan aku, Kutuliskan, Kwatrin Tentang Sebuah Poci, Malu Aku Jadi Orang Indonesia, Mata Pisau, Nagasari, Pada Suatu Hari Nanti, Pada Suatu Saat Di Dunia, Pahlawan, Peringatan 1, Proklamasi, Rembulan Kali Ini, Saat Sebelum Berangkat, Sajak Di Terminal, Sajak Putih, Sebuah Taman Sore Hari, Sekiranya Bukan Kalau, Senja di Pelabuhan Kecil, Sepi, Sonet: Hei Jangan Kau Patahkan, Stanza, Tapi, Ujung Jarummu)
SStttttt!!!!!

& Komentar
Maret 26, 2008 pada 6:19 am (Arang)
Arang
Tak sepatah kata diucapkannya
Hidup apa telah dijalani arang
Sehitam itu setibanya di kota
Habis terperas segala
Kering kerontang
Tak sepatah kata diucapkannya
Lidah kelu mulut terkatup rapat
Tatap keras kaku siapa dijumpa
Tak sepatah kata diucapkannya
Hati membara tanpa doa apapun
Arang diam-diam menyiapkan api
Direncanakannya kebakaran kota
Tinggalkan sebuah Komentar